Pergeseran Makna Dalam Proses Penerjemahan

Pergeseran Makna dalam Proses Penerjemahan

            Menurut Catford (1965), penerjemahan berarti mentransfer bahasa sumber ke bahasa sasaran. Penerjemahan merukakan pergantian materi tekstual pada bahasa sumber ke bahasa sasaran. Dalam proses penerjemahan, penerjemah selalu berusaha mendapatkan unsur bahasa sasaran yang sepadan dengan bahasa sumbernya agar dapat mengungkapkan pesan yang sama dalam teks sasaran. Karena setiap bahasa mempunyai aturan tersendiri, maka perbedaan aturan ini akan menyebabkan terjadinya pergeseran.

Pergeseran Makna

            Menurut Simatupang (1999), pergeseran di bidang sematik terjadi karena dua hal, yaitu perbedaan sudut pandang dan budaya penutur bahasa-bahasa yang berbeda. Pergeseran di bidang makna ini pun mengakibatkan bahwa tidaklah selalu mungkin memindahkan makna yang terdapat di dalam teks atau bahasa sumber ke dalam teks atau bahasa sasaran secara tepat atau tetap utuh. Berikut adalah pergeseran di bidang sematik menurut Simatupang.

1. Pergeseran dari Makna Generik ke Makna Spesifik atau sebaliknya.

            Pergeseran ini terjadi karena padanan yang sangat tepat sebuah kata di dalam bahasa sumber tidak terdapat di dalam bahasa sasaran. Misalnya, kata bahasa sumber mempunyai makna generik dan padanan kata tersebut dalam bahasa sasaran tidak mengacu pada makna generik tetapi kepada makna kata yang lebih spesifik.

            Contohnya, penerjemahan kata leg dan foot dalam bahasa Inggris menjadi kaki dalam bahasa Indonesia. Pergeseran yang terjadi adalah pergesesan dari makna spesifik menjadi makna generik. Dalam bahasa Indonesia, konsep leg dan foot diungkapkan dengan satu kata yang bermakna lebih generik atau general atau umum, yaitu kaki.

            Pergeseran makna yang lebih generik ke makna yang lebih spesifik atau sebaliknya yang mungkin terjadi dalam proses penerjemahan tidak terbatas pada kelas nomina saja, akan tetapi meliputi kelas verba, adjektiva dan yang lainnya.

2. Pergeseran Makna karena Perbedaan Sudut Pandang Budaya

            Pergeseran atau perbedaan makna juga terjadi karena perbedaan sudut pandang dan budaya penutur bahasa-bahasa yang berbeda. Contohnya, “The space-ship travelled deep into space” mendapat padanan yang mengalami perbedaan makna karena perbedaan sudut pandang budaya, yaitu “Kapal ruang angkasa itu terbang jauh ke ruang angkasa”. Orang Inggris menghubungkan ruang angkasa dengan kedalaman, sedangakan orang Indonesia dengan ketinggian atau jarak. Oleh karena itu, terjadi pergeseran dari makna deep dengan jauh.

Beberapa jenis pergeseran makna :

1. Pergeseran Makna Kategori Pertama

Salah satu unsur leksikal dalam Basu yang berpasangan tidak ada padanannya dalam Basa. Contoh :

Basu : Your landlord or landlady will usually expect the rent on a fixed day, weekly or   monthly in advance.

Basa : Landlord (orang laki-laki yang menyewakan rumahnya keapda orang lain) atau ibu kos Anda biasanya akan meminta sewa harian, mingguan atau bulanan di muka.

2. Pergeseran Makna Kategori Kedua

Kalimat aktif dalam Basu menjadi kalimat pasif dalam Basa. Pergeseran jenis ini ada dua bagian :

  • Pola infinitive of purpose.

Contoh:

 Basu : A nice, controlled experiment is necessary to show  that it is true

 Basa : Sebuah eksperiment yang tercontrol dan baik diperlukan guna menunjukkan kebenaran hipotesa tersebut.

  • Kalimat pasif dalam Basu menjadi  kalimat aktif dalam Basa.

Contoh:

Basu : Saya akan mereka tampilkan apabila terdapat klaim yang lebih kuat.

Basa : They will bear witness  to any inflated claims.

3. Pergeseran Makna  Kategori ketiga

Gejala eksplisitasi(explicitation), yaitu untuk memperjelas makna leksikal dalam Basu dengan cara mencari padanannya dalam Basa. Dengan kata lain, bagaimana menyatakan sesuatu yang tersirat dalam Basu secara tersurat dalam Basa.

Contoh :

Basu : Another problem of coral reef degradation  is actually beyond our direct control associated with the global warming and the El Nino effect.

Basa : Masalah lain dari penurunan mutu  terumbu karang sebetulnya di luar control  kita secara langsung yang berkaitan dengan pemanasan suhu global dan dampak gelombang panas El Nino.

4. Pergeseran Makna  Kategori Keempat

Frasa preposisional – sebab akibat dalam Basu menjadi sebab akibat dalam Basa.

Contoh :

Basu : People often turn to Tv because of  boredom and loneliness.

Basa : Orang sering kali berpaling pada Tv karena  merasa bosan dan kesepian.

5. Pergeseran Makna  Kategori kelima

Kalimat negatif ganda (double negative) dalam Basu menjadi kalimat positif dalam Basa.

Contoh :

Basu : I think the new transportation system will not last barely a year.

Basa : Saya kira sistem transportasi baru itu akan berjalan sebentar.

About lynxdeby
I'am a university student in STAIN Palangka Raya in English Departement, interested in global netting and computerization.

2 Responses to Pergeseran Makna Dalam Proses Penerjemahan

  1. adi says:

    ini ngambilnya dari catford? ada pdf lengkapnya ga tentang buku tersebut? tolong dibantu yah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s